![]() |
| Foto: Tempat wisata Gurung Menayan, Desa Lintang Tambuk, Kecamatan Kayan Hulu |
Sintang (Kalbar), transkapuas.com - Pemerintah Kecamatan Kayan Hulu terus berupaya membenahi sektor pemerintahan sekaligus mulai melirik potensi pengembangan pariwisata daerah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kayan Hulu, Hendrikus Marten, S.Kep., M.A.P., mewakili Camat Kayan Hulu kepada awak media Transkapuas.com, Minggu (5/4/2026).
Hendrikus mengungkapkan bahwa dirinya bersama Camat Kayan Hulu baru menjabat kurang lebih tiga bulan dan kini memasuki bulan keempat. Oleh karena itu, fokus utama saat ini masih pada penataan sektor pemerintahan serta penyelesaian sejumlah pekerjaan rumah dari periode sebelumnya.
"Sejauh ini kami masih fokus melakukan pendataan sektor pemerintahan. Selain itu, ada beberapa pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan BUMDesma, sehingga perhatian kami belum bisa melebar ke sektor lain," jelasnya.
Meski demikian, Hendrikus tidak menampik bahwa Kecamatan Kayan Hulu memiliki potensi wisata alam yang sangat besar dan menjanjikan. Sejumlah destinasi alam tersebar di berbagai wilayah, seperti di Lintang Tambuk yang memiliki objek wisata Gurung, situs budaya Tiang Sandung, hingga Gurung Menayan. Selain itu, di jalur Tebidah terdapat air terjun Said Telapi yang dikenal memiliki ketinggian luar biasa, serta Gurung Tilan. Sementara di jalur Kayan, terdapat Gurung Tajak yang dinilai memiliki keindahan alam yang sangat memukau.
"Potensi wisata kita ini sebenarnya sangat banyak dan luar biasa indah. Namun, kendala utama yang dihadapi hingga saat ini adalah akses menuju lokasi-lokasi tersebut,”"ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar destinasi wisata berada cukup jauh dari pusat kecamatan maupun desa. Akses menuju lokasi pun masih sangat terbatas, bahkan sebagian hanya dapat ditempuh melalui jalur sungai atau berjalan kaki.
"Ini yang menjadi tantangan besar kita. Infrastruktur jalan menuju titik-titik wisata tersebut belum tersedia," tambahnya.
Dalam hal ini, pihak kecamatan menegaskan perannya lebih kepada fungsi koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait. Keterbatasan sumber daya membuat kecamatan tidak dapat bergerak sendiri dalam pengembangan sektor pariwisata. Hendrikus juga mengungkapkan bahwa gagasan pengembangan wisata sebenarnya sudah lama terpikirkan. Ia meyakini, jika dikelola dengan baik oleh pemerintah maupun pihak swasta, sektor pariwisata dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mendorong pembangunan infrastruktur.
"Kalau objek wisata ini dikelola dengan baik, tentu akan membawa manfaat besar bagi masyarakat. Minimal infrastruktur akan ikut berkembang," katanya.
Namun hingga saat ini, perhatian pembangunan masih difokuskan pada sektor-sektor dasar seperti infrastruktur umum, pendidikan, kesehatan, sosial, dan pertanian. Selain itu, belum adanya keterlibatan aktif dari instansi terkait bidang pariwisata dalam forum perencanaan seperti musrenbang juga menjadi salah satu faktor.
Ke depan, pihak kecamatan berharap pemerintah desa dapat mulai mengambil peran dalam pengembangan pariwisata, terutama dengan memanfaatkan sumber pendanaan yang tersedia untuk membuka akses awal menuju lokasi wisata.
Di sisi lain, Hendrikus juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian alam di sekitar kawasan wisata. Ia mencontohkan kondisi Air Terjun Said Telapi yang kini mulai kehilangan keasriannya akibat pembukaan lahan di sekitar lokasi.
"Kami berharap masyarakat tidak merusak lingkungan di sekitar objek wisata. Kalau alamnya rusak, keindahannya juga akan hilang," tegasnya.
Lebih lanjut, pihak kecamatan berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah Kabupaten Sintang melalui dinas terkait, untuk membantu membuka akses dan mengembangkan potensi wisata yang ada.
"Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, khususnya dinas pariwisata, untuk bersama-sama membuka akses dengan dukungan dinas PU dan pihak lainnya. Jika ini terwujud, dampaknya bukan hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi seluruh Kecamatan Kayan Hulu dan daerah secara umum," ujarnya.
Menutup pernyataannya, Hendrikus menegaskan komitmen pemerintah kecamatan untuk mendukung penuh setiap upaya pengembangan pariwisata, baik oleh pemerintah daerah maupun melalui kerja sama dengan pihak swasta.
"Pada prinsipnya kami siap mendukung secara total. Namun, sekali lagi, kendala terbesar kita saat ini adalah akses yang belum memadai," pungkasnya.
Kecamatan Kayan Hulu dengan ibu kota di Nanga Tebidah menyimpan kekayaan potensi wisata alam dan budaya yang luar biasa. Namun, keterbatasan akses infrastruktur masih menjadi tantangan utama dalam pengembangannya. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar potensi tersebut dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan bersama.
Publish: (RS)
