Sintang (Kalbar), transkapuas.com - Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dr. Massadi, S.Ag., M.H, Ketua Pengadilan Agama Sintang. Penandatanganan berlangsung di Ruang Media Center Pengadilan Agama Sintang pada Rabu, 11 Maret 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yustinus J, S. Pd, M.A.P, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Drs. Maryadi, M. Si, dan 16 Lurah se-Kecamatan Sintang serta jajaran Pengadilan Agama Sintang.
MoU ini berfokus pada Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di kelurahan se-Kabupaten Sintang. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memperkuat sinergi antara Pengadilan Agama Sintang dengan kelurahan dalam memberikan informasi dan akses bantuan hukum bagi masyarakat. Posbakum akan menyediakan sarana informasi, rujukan layanan hukum, serta dukungan untuk pelaksanaan sidang keliling dan sidang terpadu bagi masyarakat.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, mengungkapkan harapannya agar tidak ada keluarga di Kabupaten Sintang yang berpisah atau bercerai. Ia menekankan bahwa Pos Bantuan Hukum yang disediakan oleh Pengadilan Agama Sintang bertujuan membantu keluarga yang memiliki niat untuk bercerai.
"Setiap orang atau keluarga pasti mengalami masalah, tetapi bercerai jangan sampai menjadi satu-satunya solusi. Saya berharap kerjasama ini dapat membantu keluarga di Kabupaten Sintang, khususnya warga Kecamatan Sintang," jelas Gregorius.
Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kerjasama yang baik dengan Pengadilan Agama Sintang.
"Saya yakin ini akan membantu pasangan untuk tidak bercerai di masa depan. Kepada 16 lurah yang menandatangani kerjasama ini, sampaikan pesan saya kepada masyarakat: jangan mudah bercerai dan manfaatkan bantuan hukum dari Pengadilan Agama Sintang untuk mendapatkan informasi dan berkonsultasi," pesan Gregorius Herkulanus Bala.
Dengan langkah ini, diharapkan angka perceraian di Kabupaten Sintang dapat menurun secara signifikan, dan setiap keluarga dapat menemukan solusi yang lebih baik untuk permasalahan yang dihadapi.
Publish: (RS)
