![]() |
| Caption: Peternakan ayam petelur BUMDes 'Maju Bersama' di Desa Sepan Lebang: usaha lokal yang menyerap tenaga kerja, meningkatkan PAD, dan dikelola secara transparan untuk kesejahteraan warga |
Sintang (Kalbar), transkapuas.com - Kepala Desa Sepan Lebang, Yulius Slamet, menyampaikan dukungan penuh terhadap pembentukan dan perkembangan BUMDes "MAJU BERSAMA", yang dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan warga. Menurut Yulius, keberadaan BUMDes bukan sekadar badan usaha, melainkan instrumen pemberdayaan yang harus dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat agar manfaatnya menyasar seluruh lapisan warga.
"Pemerintah Desa menyambut baik hadirnya BUMDes ‘Maju Bersama’. Kami melihat ini sebagai peluang nyata untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD), serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendampingi pengurus BUMDes dalam setiap tahap pengelolaan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan, ujar Yulius.
Kepala desa menegaskan bahwa pendampingan meliputi pembinaan administrasi, penguatan tata kelola keuangan, penyusunan rencana usaha yang realistis,. Yulius menambahkan bahwa pemerintah desa akan proaktif menjajaki kerja sama dengan instansi terkait guna memastikan aspek kesehatan hewan, sanitasi lingkungan, dan standar produksi mendapat perhatian profesional sehingga usaha peternakan dan unit usaha lain yang dikelola BUMDes dapat berjalan aman dan berkelanjutan.
Yulius juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat. "Setiap kegiatan dan penggunaan dana BUMDes harus dapat diakses warga melalui laporan berkala dan Musyawarah Desa. Transparansi ini bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga sarana menjaga kepercayaan dan memperkuat peran masyarakat sebagai pengawas bersama," kata Yulius.
Selain itu, Kepala Desa mengajak warga untuk berpartisipasi aktif baik sebagai pelaku usaha, mitra, maupun pengawas sosial. Ia berharap warga turut memberikan masukan konstruktif, menyampaikan keluhan melalui saluran resmi desa, dan mendukung langkah-langkah perbaikan yang diambil pengurus. "Sinergi nyata antara pengurus BUMDes, pemerintah desa, masyarakat, dan dinas teknis adalah kunci agar BUMDes ‘Maju Bersama’ tidak hanya bertahan, tetapi berkembang menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi Desa Sepan Lebang," tutup Yulius.
Dengan nada optimis, Yulius menegaskan komitmen Pemerintah Desa untuk terus memfasilitasi pembinaan dan memperkuat mekanisme akuntabilitas sehingga BUMDes dapat menjadi pilar utama dalam mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan warga Desa Sepan Lebang.
Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) "MAJU BERSAMA" Donatus Igun Yono, menjelaskan perkembangan positif dan rencana strategis BUMDes saat dikonfirmasi oleh awak media transkapuas.com, Selasa (24/3/2026).
Sejak dibentuk melalui Musyawarah Desa (Musdes) khusus pada 19 Februari 2025 dan resmi beroperasi 15 Oktober 2025, BUMDes ini berfokus pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD), serta pengelolaan yang transparan untuk kesejahteraan warga.
Struktur kepengurusan yang jelas
Donatus memaparkan struktur organisasi BUMDes Maju Bersama sebagai berikut:
- Ketua: Donatus Igun Yono
- Sekretaris: Bartolomius Yuda
- Bendahara: Gustin Deviana Dora
- Pengawas: Selamat Riyadi
"Sistem kepengurusan kami dibuat sederhana namun akuntabel agar setiap keputusan usaha dapat dipertanggungjawabkan," kata Donatus.
Modal, tujuan, dan akuntabilitas
Modal awal BUMDes bersumber dari penyertaan modal desa melalui program ketahanan pangan (TPKK). Donatus menegaskan tujuan utama pendirian BUMDes adalah membuka lapangan kerja bagi warga dan meningkatkan PAD Desa Sepan Lebang. Semua penggunaan modal dan hasil kegiatan usaha akan dilaporkan secara terbuka melalui Musdes LPJ (Laporan Pertanggungjawaban).
Unit usaha dan penyerapan tenaga kerja
Salah satu unit unggulan BUMDes adalah usaha peternakan ayam. Saat ini BUMDes membiakkan sekitar 400 ekor ayam dengan produksi telur sekitar 900 butir per bulan, yang menyerap tenaga kerja lokal sebanyak tiga orang. Donatus menegaskan, "Kami menyediakan data dan dokumen usaha yang bisa diakses publik sebagai bentuk transparansi."
Kebijakan pengelolaan dan pembagian hasil usaha
Donatus merinci mekanisme penghitungan dan alokasi hasil usaha:
- Hasil usaha = pendapatan kegiatan usaha dikurangi seluruh biaya operasional dalam satu tahun.
- Pembagian hasil usaha:
- 65% untuk Pendapatan Asli Desa (PAD) dan laba ditahan,
- 20% untuk pengembangan BUMDes,
- 15% untuk program pengembangan dan bantuan kepada masyarakat.
Rincian alokasi: 15% dialokasikan langsung untuk PAD sesuai keputusan Musdes; dari sisa, laba ditahan 50% dimanfaatkan sebagai modal untuk pengembangan usaha lebih lanjut.
Prioritas kerja sama teknis dan penanganan keluhan Donatus mengakui BUMDes belum menjalin kerja sama formal dengan dinas terkait untuk pencegahan penyakit unggas, dan menyatakan hal ini menjadi prioritas.
"Kami butuh pendampingan teknis untuk menjamin kesehatan hewan, keamanan produk, dan keberlanjutan usaha," ujarnya.
BUMDes juga membuka mekanisme pengaduan bagi warga. Sejauh ini tercatat satu keluhan terkait bau dari kandang, yang kini sedang ditangani melalui koordinasi pengurus BUMDes dan pemerintah desa. Donatus mendorong masyarakat menyampaikan keluhan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) desa atau saluran resmi lain agar cepat ditindaklanjuti.
Donatus berharap pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif akan mendorong BUMDes Maju Bersama berkembang lebih luas, menambah lapangan kerja, serta meningkatkan PAD Desa Sepan Lebang. Ia meminta dukungan dari dinas teknis untuk pembinaan dan kerja sama, sehingga aspek kesehatan hewan dan lingkungan dapat diatasi secara profesional.
Perkembangan BUMDes Maju Bersama menjadi contoh nyata upaya pemberdayaan ekonomi lokal berbasis sumber daya desa. Keberlanjutan dan skala manfaat usaha ini sangat bergantung pada sinergi antara pengurus BUMDes, pemerintah desa, masyarakat, dan dinas terkait. Dengan pengelolaan yang baik, BUMDes diharapkan menjadi pilar penggerak ekonomi di Desa Sepan Lebang, Kecamatan Kelam Permai.
Publish: (RS)
