Notification

×

Imlek

Imlek

1

1

Imlek

Imlek

Hpn

Hpn

Hpn oki

Hpn oki

Reses di Mesuji, Aziz Janji Kawal Infrastruktur Dasar

Kamis, 19 Februari 2026 | 17.55.00 WIB Last Updated 2026-02-19T10:55:39Z
Caption Anggota DPRD Provinsi fraksi PKB Aziz Ari Saputra , saat reses didesa Suka Mukti kecamatan Mesuji OKI.


OKI, transkapuas.com - Reses Masa Sidang V yang digelar Anggota DPRD Sumatera Selatan Daerah Pemilihan III Ogan Ilir–Ogan Komering Ilir, Aziz Ari Saputra, di Desa Sukamukti, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan,menjadi ruang penyampaian tuntutan warga terhadap percepatan pembangunan infrastruktur dasar, mulai dari pengecoran jalan poros 5 kilometer, perbaikan drainase, hingga kebutuhan air bersih dan listrik stabil.


Agenda reses yang berlangsung pada 10–17 Februari 2026 itu diwarnai dialog terbuka antara warga dan wakil rakyat. Masyarakat menyampaikan bahwa kondisi jalan poros C3 sepanjang 5.000 meter saat ini rusak dan berlumpur ketika musim hujan. Ruas tersebut merupakan jalur utama mobilitas warga sekaligus akses distribusi hasil pertanian.


Kerusakan jalan berdampak langsung pada biaya angkut dan waktu tempuh. Petani mengaku harus mengeluarkan ongkos lebih besar untuk membawa hasil panen keluar desa. Selain itu, risiko kecelakaan meningkat, terutama bagi pelajar dan pengendara roda dua.


Menanggapi hal itu, Aziz menyatakan perbaikan jalan harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan perputaran ekonomi desa. 


“Kalau jalannya bagus, ekonomi bergerak. Anak sekolah juga lebih aman,” ujarnya di hadapan warga.


Selain jalan, warga mengusulkan pembangunan siring atau drainase sepanjang 1.000 meter. Tanpa saluran air yang memadai, genangan kerap merusak badan jalan dan pekarangan rumah. Masalah tersebut disebut terjadi berulang setiap tahun.


Keluhan juga datang dari ruas jalan.Sukamukti–Makarti Mulya yang dilaporkan rusak dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi itu dinilai menghambat aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.


Di Dusun I, warga meminta program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) guna memenuhi kebutuhan air bersih. Sebagian masyarakat masih bergantung pada sumber air dengan kualitas dan kuantitas terbatas, terutama saat musim kemarau.


Sementara itu, di Dusun IV, persoalan kelistrikan menjadi perhatian. Warga mengusulkan penambahan daya trafo PLN karena beban listrik meningkat dan menyebabkan pasokan sering turun pada malam hari. Minimnya penerangan jalan umum juga dinilai mengganggu keamanan serta keselamatan warga.


Aziz menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan akan dikawal melalui mekanisme penganggaran dan koordinasi lintas sektor di tingkat provinsi. Ia menegaskan reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang akuntabilitas bagi wakil rakyat untuk menyerap dan memperjuangkan kebutuhan konstituen.


“Aspirasi ini bukan sekadar daftar. Ini kebutuhan nyata. Saya akan kawal sampai ada realisasi,” tandasnya.


Reses di Mesuji memperlihatkan satu benang merah: percepatan pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi tuntutan utama masyarakat desa. Jalan yang layak, drainase memadai, air bersih tersedia, listrik stabil, serta penerangan yang cukup menjadi kebutuhan mendesak yang diharapkan segera terwujud.


( Mas Tris

×
Berita Terbaru Update