![]() |
| Caption : Puluhan petani tambak desa bumi Pratama kecamatan sungai menang , dikumpulkan dibalas desa untuk dimintai keterangan oleh tim Kejari OKI . |
OKI transkapuas.com.— Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir (Kejari OKI) terus mengintensifkan penyidikan dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Tulang Bawang.
Metode “jemput bola” ditempuh guna mempercepat pengumpulan keterangan saksi dan memperkuat konstruksi hukum perkara.
Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) mendatangi para petani tambak udang di Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Rabu (26/2/2026).
Sekitar 30 petani diperiksa secara maraton di balai desa setempat terkait dugaan penyimpangan KUR periode 2022–2023.
Pemeriksaan dipimpin langsung Kepala Seksi Pidsus Kejari OKI, Parit Purnomo. Ia menegaskan langkah turun langsung ke lapangan dilakukan untuk memastikan akses keadilan masyarakat tidak terhambat faktor jarak dan biaya.
“Kami datang untuk memastikan negara hadir dan hak-hak para petani yang diduga menjadi korban dapat dipulihkan,” ujar Parit Purnomo di sela pemeriksaan.
Menurutnya, penyidik tengah mendalami dugaan pelanggaran mekanisme dalam proses penyaluran kredit. Sejumlah prosedur perbankan disinyalir tidak dijalankan sesuai ketentuan, sehingga berpotensi merugikan penerima manfaat sekaligus berdampak pada keuangan negara.
Dengan pemeriksaan saksi di lokasi kejadian, Kejari OKI menargetkan penguatan alat bukti, termasuk kesesuaian dokumen pengajuan, realisasi kredit, hingga penggunaan dana. Penyidikan disebut akan terus berkembang seiring bertambahnya keterangan dari para penerima KUR.
Kejari OKI menegaskan komitmennya menuntaskan perkara secara transparan dan profesional. Penegakan hukum ini, kata Parit, menjadi pesan tegas bahwa praktik korupsi di sektor pembiayaan rakyat akan ditindak tanpa pandang bulu.
“Target kami jelas, mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Tidak ada kompromi terhadap penyelewengan yang merugikan negara dan membebani masyarakat kecil,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BSI KCP Tulang Bawang belum memberikan keterangan resmi terkait proses penyidikan yang berjalan. Kejari OKI memastikan seluruh pihak yang terkait akan dimintai klarifikasi guna memastikan proses hukum berjalan objektif dan akuntabel.
( Mas Tris).
