Notification

×

GD SKD TK

GD SKD TK

Apeng Petrus Hadiri Peresmian Gereja Katolik St. Yohanes Baptista Stasi Tapang Babi

Senin, 08 Juli 2024 | 07.23.00 WIB Last Updated 2024-07-08T01:26:24Z
Foto: Apeng Petrus, kepala dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sekadau menyampaikan sambutannya pada peresmian gedung Gereja Katolik St. Yohanes Baptista, Minggu (7/7/2024)


Sekadau, transkapuas.com - Bupati Sekadau, Aron yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sekadau, Apeng Petrus menghadiri peresmian Gereja Katolik Santo Yohanes Baptista Stasi Tapang Babi Dusun Sungai Langsat Desa Batu Pahat, Paroki Nanga Mahap, Minggu (07/07/2024).


Dalam arahannya Apeng Petrus menyampaikan permohonan maaf dari pak bupati dan pak wakil bupati karena mereka tidak bisa menghadiri acara tersebut, karena ada kegiatan yang sama dan tidak bisa di wakili.


"Jadi  mereka menunjuk saya mewakili untuk hadir pada kegiatan peresmian gedung Gereja ini," kata Apeng Petrus mengawali sambutannya.


"Selamat kepada warga di Stasi Tapang Babi yang telah memiliki Gereja baru. Semoga dengan diresmikannya Gereja baru ini semakin meningkat keimanan kepada Tuhan. Jadikan Gereja sebagai sarana komunikasi umat dengan Tuhan," sambung Apeng.


Selain itu Gereja juga sebagai sarana untuk lebih meningkatkan keimanan kepada Tuhan, dan sarana untuk menyampaikan permohonan dan syukur kepada Tuhan melalui doa.


Membangun gedung Gereja adalah sebagai bentuk semangat kita yang didorong oleh Roh Kudus, karena kita membangun rumah Tuhan,namun semangat itu harus bertumbuh selamanya termasuk mengisi gedung Gereja ini saat berdoa bersama pada hari Minggu.


"Jangan punya Gereja baru ketika hari Minggu tidak ada orang berdoa," pesan Apeng.


Selain itu, Apeng juga berpesan kepada  Anak Muda Katolik (OMK) agar selalu giat belajar. Karena hanya dengan belajar OMK bisa bersaing untuk maju di era digitalisasi yang semakin canggih saat ini. Hanya dengan mengikuti pendidikan yang baik yang bisa merubah nasib kita sendiri.


"Tidak ada yang bisa merubah nasib kita sendiri jika kita sendiri tidak merubahnya. Jangan ketika tamat SLTA lalu pulang kampung mikir kawin, zaman sudah berubah, ekonomi sudah mulai membaik, kini tergantung kemauan kita mau menata masa depan yang seperti apa, jika kita hanya berdiam diri menerima apa adanya, nasib kita tetap tidak berubah, sama seperti orang tua kita dulu, bertani dengan cara tradisional. Zaman sekarang tradisi itu harus kita tinggalkan, kita beralih dengan cara hidup baru, andaipun bertani, namun kita gunakan cara yang modern," pesan Apeng.


Terakhir ia berpesan kepada seluruh umat di Stasi Tapang Babi Dusun Sungai Langsat Desa Batu Pahat, Paroki Nanga Mahap untuk merawat gedung Gereja ini dengan baik, gunakan dengan baik untuk keperluan masyarakat banyak, karena tugas untuk merawat Gereja ini tentu adalah masyarakat di Stasi ini.


"Rawatlah gedung Gereja ini dengan baik dan gunakan dengan baik untuk keperluan masyarakat banyak, karena tugas untuk merawat Gereja ini tentu adalah umat di Stasi ini," pungkasnya. (Sy)

×
Berita Terbaru Update