Notification

×

Himbauan Waspada Asap

Songket Bidak Cukit Tampil Casual di Panggung Nasional

Selasa, 29 September 2026 | 10.13.00 WIB Last Updated 2026-09-29T03:13:51Z
Foto : salah satu songket bidak cukit khas kabupaten Ogan Komering Ilir.


JAKARTA, transkapuas.com — Songket Bidak Cukit khas Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tampil dalam balutan busana casual pada fashion show Kriyanusa 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (27/9/2026).


Kreasi tersebut dikenakan langsung Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) OKI, Hj. Ike Meilina Muchendi, dalam peragaan busana yang menjadi bagian dari rangkaian Kriyanusa 2026.


Penampilan itu menjadi bagian dari upaya Dekranasda OKI memperluas pengenalan Songket Bidak Cukit sekaligus menunjukkan bahwa wastra tradisional dapat dikembangkan dalam bentuk yang lebih modern tanpa meninggalkan identitas budaya.


Selama ini songket lebih dikenal sebagai bagian dari busana adat dan pakaian untuk kegiatan formal. Melalui pengembangan desain casual, penggunaannya diperluas sehingga lebih dekat dengan keseharian masyarakat, termasuk generasi muda.


Ike mengatakan, menjaga tradisi bukan berarti mempertahankannya dalam bentuk yang sama tanpa perubahan. Menurutnya, kreativitas dan inovasi diperlukan agar warisan budaya tetap hidup dan mampu mengikuti perkembangan zaman.


“Kita berharap agar tradisi tetap hidup, tetapi pada saat yang sama terus berkembang melalui kreativitas, inovasi, teknologi, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar,” ujar Ike seusai mengikuti fashion show.


Ia menegaskan, pengembangan Songket Bidak Cukit tetap harus berpijak pada identitas budaya dan keterampilan para perajin. Inovasi desain, kata dia, menjadi salah satu cara untuk memperluas pemanfaatan sekaligus memperkenalkan wastra OKI kepada masyarakat yang lebih luas.


«“Yang kita ingin tunjukkan, kain tradisional bisa tetap memiliki identitas, tetapi cara kita mengemasnya dapat mengikuti perkembangan zaman. Harapannya, generasi muda juga semakin dekat dengan wastra daerah,” katanya.»


Membawa Kriya OKI ke Panggung Nasional


Selain Songket Bidak Cukit, Dekranasda OKI juga membawa sejumlah produk kriya khas daerah ke Kriyanusa 2026. Salah satunya kerajinan berbahan purun yang selama ini berkembang di kawasan rawa, terutama di Pedamaran.


Purun dimanfaatkan masyarakat menjadi berbagai produk anyaman, seperti tikar, tas, dan cenderamata. Pada Kriyanusa 2026, produk tersebut ditampilkan dengan pengembangan desain yang lebih beragam.


Kehadiran kerajinan purun sekaligus memperlihatkan potensi bahan lokal yang dikembangkan melalui keterampilan perajin daerah menjadi produk bernilai ekonomi dan memiliki daya tarik pasar.


Kriyanusa 2026


Kriyanusa 2026 mengangkat tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dan berlangsung pada 26–30 September 2026 di JCC, Jakarta.


Pameran tersebut menghadirkan 410 booth dengan 257 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dekranas dan Dekranasda, kementerian dan lembaga, hingga pelaku UMKM serta perajin dari berbagai daerah.


Selain pameran, Kriyanusa 2026 menghadirkan fashion show, parade wastra, talkshow, workshop, dan berbagai pengalaman digital.


Kegiatan dibuka pada Sabtu (26/9/2026) oleh Ketua Umum Dekranas, Ny. Selvi Gibran Rakabuming.


Keikutsertaan Dekranasda OKI menjadi ruang untuk memperkenalkan karya perajin daerah kepada publik yang lebih luas. Songket Bidak Cukit dan kerajinan purun menjadi bagian dari potensi kriya OKI yang dibawa ke panggung nasional dengan pendekatan desain yang menyesuaikan perkembangan zaman.


(Mas Tris)

×
Berita Terbaru Update