![]() |
| Caption : Bupati OKI H.Muchendi Mahzareki bersama OPD saya menyanyi kan lagu Indonesia Raya sebelum acara di mulai lomba Bidar. |
OKI, transkapuas.com — Lomba bidar dan sejumlah permainan tradisional memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) tersebut berlangsung di tepian Sungai Komering, Kelurahan Perigi, Kecamatan Kayuagung. Selain lomba bidar, masyarakat juga disuguhi perlombaan panjat pinang dan gebuk bantal.
Lomba tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat dalam memeriahkan bulan kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempertahankan permainan tradisional serta budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Bupati OKI H Muchendi Mahzareki mengatakan, lomba bidar merupakan salah satu tradisi masyarakat Kayuagung yang terus dipertahankan setiap perayaan HUT Kemerdekaan RI.
“Di bulan Agustus ini, sebagaimana tahun lalu, kita kembali bisa melaksanakan kegiatan lomba bidar yang sudah menjadi tradisi warga masyarakat yang ada di Kota Kayuagung. Walaupun kondisi air sedang surut, tidak menyurutkan semangat masyarakat OKI, khususnya Kayuagung, untuk berpartisipasi,” ujar Muchendi.
Menurutnya, pelaksanaan lomba bidar tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang turut mendukung kegiatan, termasuk Bank Sumsel Babel, TNI, dan Polres OKI.
Muchendi berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun sehingga lomba bidar tidak sekadar menjadi agenda hiburan dalam peringatan HUT RI, tetapi juga menjadi sarana menjaga adat, tradisi, dan budaya masyarakat OKI.
Kepala Disbudpar OKI Ahmadin Ilyas mengatakan, lomba bidar tahun ini diikuti sebanyak 29 tim yang berasal dari desa dan kelurahan.
“Untuk lomba bidar tahun ini diikuti 29 tim. Seluruh desa dan kelurahan antusias mengirimkan peserta, bahkan ada yang mengirimkan dua tim,” kata Ahmadin.
Selain lomba bidar, panjat pinang juga menjadi bagian dari rangkaian perlombaan. Sebanyak delapan tim mengikuti lomba tersebut, dengan masing-masing tim terdiri dari empat peserta dan satu orang cadangan.
Sementara itu, lomba gebuk bantal merupakan inisiatif Lurah Perigi yang melibatkan masyarakat secara acak. Perlombaan tersebut mendapat perhatian dan antusiasme warga yang hadir menyaksikan rangkaian kegiatan.
Ahmadin mengatakan, berbagai perlombaan tradisional tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan dan mempertahankan permainan tradisional di tengah perkembangan zaman.
“Harapannya, permainan tradisional seperti ini tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten OKI sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan, tari massal, dan karnaval budaya.
Dalam pelaksanaan lomba bidar dan permainan tradisional tersebut, unsur TNI dan Polri turut memberikan dukungan dalam pengamanan serta membantu kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Antusiasme masyarakat menyaksikan perlombaan di tepian Sungai Komering sekaligus menunjukkan bahwa tradisi dan permainan rakyat masih memiliki tempat di tengah masyarakat, khususnya sebagai bagian dari identitas budaya Kabupaten OKI.
( Mas Tris).
