![]() |
| Caption: Pemkab Sintang bersama BMKG terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi melalui edukasi dan sosialisasi kebencanaan |
Sintang (Kalbar), transkapuas.com - Pemerintah Kabupaten Sintang terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya gempa bumi, melalui sinergi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari program pemerintah daerah dalam meningkatkan perlindungan dan keselamatan masyarakat.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian mencatat, Kabupaten Sintang telah mengalami tujuh kali gempa bumi sejak tahun 2019 hingga 2026. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Tebelian, Dharmawan Wahyu Adhi, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di Kecamatan Sintang, Ketungau Hilir, Kelam Permai, dan Kayan Hilir.
Imbauan tersebut disampaikan saat kegiatan sosialisasi peningkatan kesiapsiagaan bencana gempa bumi yang dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026 di Pendopo Bupati Sintang. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat edukasi dan mitigasi bencana kepada masyarakat.
Dalam pemaparannya, Dharmawan menjelaskan bahwa gempa bumi memiliki karakteristik tidak dapat diprediksi, berdurasi singkat, serta memiliki potensi terjadi berulang. Berdasarkan data BMKG, gempa yang terjadi di wilayah Sintang tergolong berkekuatan menengah, yaitu berkisar antara 3 hingga 5 Skala Richter dan termasuk kategori gempa dangkal.Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Sintang telah memiliki titik pengamatan gempa, sehingga informasi kejadian gempa dapat disampaikan kepada masyarakat dalam waktu sekitar tiga menit setelah kejadian.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk membangun rumah tahan gempa, menyiapkan tas siaga bencana, serta aktif mengikuti kegiatan edukasi dan simulasi kebencanaan. Selain itu, saat terjadi gempa, masyarakat diminta untuk tetap tenang, melindungi kepala, mencari tempat terbuka, serta berhenti dengan aman jika sedang berkendara.
Pemerintah Kabupaten Sintang juga mengajak masyarakat untuk memastikan kondisi bangunan tempat tinggal dalam keadaan aman, termasuk memeriksa struktur bangunan, instalasi listrik, serta mengamankan dokumen penting dan nomor darurat.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat sehingga mampu meminimalisir risiko dan dampak yang ditimbulkan akibat bencana gempa bumi.
Publish: (RS)
