Notification

×

Imlek

Imlek

1

1

Imlek

Imlek

Hpn

Hpn

Hpn oki

Hpn oki

Wakapolda Kalbar Tekankan Pentingnya Golden Hour dalam Pelatihan

Senin, 15 September 2025 | 13.50.00 WIB Last Updated 2025-09-15T06:50:33Z
Foto : Pelatihan BT & CLS (Basic Trauma And Cardiac Life Support) Atau Dukungan Hidup Dasar untuk Trauma Dan Jantung , Serta EKG (Elektrokardiografi) yang mengukur aktivitas listrik jantung


Pontianak, transkapuas.com – Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Polda Kalimantan Barat menggelar pelatihan Penanganan Medis Kritis di Hotel Alimoer, Kubu Raya, pada hari Senin, 15 September 2025.


Pelatihan ini mencakup dua aspek utama: BT&CLS (Basic Trauma and Cardiac Life Support) atau Dukungan Hidup Dasar untuk Trauma dan Jantung, serta EKG (Elektrokardiografi), yang mengukur aktivitas listrik jantung.


Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol. Roma Hutajulu, S.I.K, M.Si., didampingi oleh Irwasda Polda Kalbar, Kombes Pol Sigit Jatmiko, S.I.K., Kabid Dokkes Polda Kalbar, Kombes Pol Drg. Subur, M.H., dan Karumkit Bhayangkara Polda Kalbar, Kombes Pol Drg. Josep Ginting, Mars., M.Si.


Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membekali tenaga kesehatan Polri dengan keterampilan yang memadai dalam menghadapi situasi gawat darurat. Kegiatan ini dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalbar, Koordinator Instruktur dari PT. Ambulans Satu Satu Delapan, serta puluhan peserta dari jajaran Polda Kalbar.


Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Roma Hutajulu menekankan arti penting pelatihan ini, terutama dalam konteks Golden Hour, atau waktu emas, dalam dunia medis. 


"Setiap detik sangat menentukan peluang hidup seorang pasien," ujarnya.


"Kemampuan untuk bertindak cepat, tepat, dan terukur adalah kunci antara keselamatan dan kehilangan nyawa," tambahnya. 


Beliau menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Polri sebagai penjaga keamanan sekaligus pelayan kemanusiaan. "Tenaga kesehatan Polri harus dibekali keterampilan maksimal agar dapat memberikan pertolongan optimal, baik bagi personel yang bertugas maupun masyarakat umum," tegasnya.


Materi pelatihan terdiri dari dua bagian. Pertama, BT&CLS, yang fokus pada penanganan kegawatdaruratan trauma dan henti jantung secara sistematis. Kedua, EKG, yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas deteksi dini gangguan irama dan kelainan jantung.


"Kedua kompetensi ini adalah fondasi keterampilan yang wajib dikuasai oleh tenaga kesehatan," ungkap Roma. Ia juga mendorong peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menganggap ilmu yang diperoleh sebagai amanah besar dalam menyelamatkan orang lain.


Senada dengan Wakapolda, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., menyoroti pentingnya pelatihan ini dalam meningkatkan profesionalisme.


"Pelatihan ini menunjukkan komitmen Polda Kalbar dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan," ujarnya.


"Dengan kompetensi yang terasah, personel kesehatan kita akan semakin siap dan responsif dalam menghadapi berbagai situasi darurat, sejalan dengan visi Polri yang Humanis dan Profesional." Ia berharap pelatihan ini dapat berjalan lancar dan melahirkan tenaga kesehatan yang sigap, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Publish: (Tim)

Rizka Arabia Wulandari

×
Berita Terbaru Update