![]() |
| Caption : M Haikal Al Haffafah S.sos M.Sos. |
Palembang, transkapuas.com – Generasi muda dikenal lantang bersuara. Dari ruang kelas hingga media sosial, kritik terus mengalir untuk menyoroti kebijakan publik dan dinamika sosial.
Namun, ada pesan menyejukkan dari Direktur Eksekutif Teras Indonesia, M. Haekal Al-Haffafah, agar kritik tetap dilandasi kesadaran, bukan kebencian.
Dikutip dalam Podcast Dialog Interaktif Sumatera Ekspres, Kamis (25/9/2025), Haekal mengingatkan pentingnya membedakan kritik dengan amarah. “Gerakan kritik yang kita bangun jangan didasari rasa benci,” ujarnya.
Menurut Haekal, generasi muda harus bisa membedakan antara gerakan moral dan tindakan anarkis. Merusak fasilitas umum, katanya, bukanlah perjuangan, melainkan pelanggaran yang justru merugikan masyarakat.
Ia mengajak anak muda menyalurkan semangat kritis melalui ruang diskusi yang sehat, terbuka, dan konstruktif.
“Saatnya kita bangun ruang diskusi yang sehat dan konstruktif. Perubahan lahir dari kesadaran, bukan kemarahan,” tambahnya.
Pesan ini ditujukan khusus kepada generasi muda yang kerap menjadi motor pergerakan sosial. Haekal menegaskan, kritik yang dibalut kesadaran moral akan jauh lebih bermakna dibandingkan teriakan yang lahir dari emosi sesaat.
(Mas Tris)
