Notification

×

Iklan DPRD Sekadau, Hari Buruh

Iklan DPRD Sekadau, Hari Buruh

KAHMI Pontianak, Diskusi Dan Bedah Film Lafran Pane

Sabtu, 02 Desember 2023 | 19.24.00 WIB Last Updated 2023-12-02T12:24:00Z


Pontianak, transkapuas.com - Mejelis Daerah Korps alumni himpunan mahasiswa Islam (MD KAHMI) kota pontianak adakan diskusi dan bedah film yang mengangkat kisah perjuangan Lafran pane, bertempat di Giat Coffee jalan Purnama 2 Pontianak, Kamis (30/11/2023).


Film ini didedikasikan pada Prof.Drs.Lafran Pane yang di kenal sebagai salah satu pendiri Himpunan Mahasiswa Islam pada 5 Februari 1947 .


Turut hadir pada diskusi tersebut, produser film Lafran,Avesina Soebli dan deden ridwan,Ketua Umum pengurus Besar HMI, M.Arief Rosyid Hasan, ratusan kader dan alumni HMI .


Ketua umum pengurus Besar HMI M.Arief Rosyit Hasan saat di wawancarai usai diskusi dan bedah film Lafran mengatakan, gagasan pada nilai-nilai keteladanan yang ada pada sosok pendiri HMI Lafran pane mesti seluruh kader Indonesia yang datang ke Kalimantan Barat, teman-teman produser dan majelis nasional adanya diskusi dan bedah film sangat penting untuk meramaikan gagasan dan nilai-nilai keteladanan dari sosok pendiri Islam HMI Lafran Pane".ucap Arief Rasyid.


"Mudah-mudahan keteladanan prof. Lafran Pane ini bisa di bawa pulang oleh kader-kader HMI seluruh Indonesia dan kesadarannya agar kedepan kongres ini tidak hanya sekedar melahirkan ketua umum HMI tapi bahwa kita semua punya tugas dan tanggung jawab yang sama untuk membawa kejayaan umat dan bangsa kita di masa yang akan datang".


Ia melanjutkan, menjelang 77 tahun HMI ini kader- kadernya dan alumni-alumninya tersebar di berbagai kanal pengabdian di politisi .


"Saya kira tidak ada yang tidak mengenal sosok wakil presiden Yusuf Kalla, Akbar Tanjung pengusaha bahlil Lahadalia yang sekarang jadi menteri, kemudian Abdul Latif pendiri HIPMI, profesional Tanri Abeng dan beberapa direksi BUMN". Ungkapnya.


HMI itu punya kontribusi besar Bahkan di era tahun awal berdiri HMI ikut mempertahan kan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tentu konteks hari ini tidak bisa bahwa harus ada penjajah terus kita mempertahankan, sekarang kan ada yang disebut dengan corruption War dan post truth dan lain-lain, jadi hal itu yang perlu kita tafsirkan kembali bahwa tantangan HMI hari ini jauh lebih beragam dibanding tantangan yang ada di masa yang lalu". Ucapnya.


Menurut saya kejayaan HMI di masa yang lalu tidak berarti kejayaan HMI di masa kini, kejayaan HMI di masa kini ada di tangan teman-teman yang hadir di Pontianak ini sebagai pelaksana kongres". Jelasnya.


Di tempat yang sama ketua MD KAHMI Kota Pontianak, Isnadi menambahkan lairnya film ini sesuatu yang sangat di tunggu karena bisa memberikan ketauladanan atau pemahaman yang lebih mendalam bagi kader HMI dan tentunya bagi masyarakat khususnya di kota pontianak lebih memahami apa itu HMI". Kata isnadi


"Di awal-awal kongres kemarin ada berita-berita negatif tentang HMI tapi dengan lahirnya film ini masyarakat luas lebih memahami lagi apa itu HMI, bagaimana kisah HMI di bidang intelektual, kebangsaan dan ke islaman ". Ungkapnya


Kami dari kota pontianak berharap kongres HMI ini bisa cepat selesai dan sukses". Harap Isnadi. ( Lisa )

×
Berita Terbaru Update