Notification

×

Kelompok Tani Mekar Jaya Berharap Adanya Perhatian Pihak Terkait

Jumat, 25 November 2022 | November 25, 2022 WIB Last Updated 2022-11-25T17:54:02Z


Sintang, transkapuas.com - Para petani memanfaatkan lahan sawah sebagian untuk bercocok tanam padi, karena bahan pokok pangan masyarakat Indonesia adalah beras. 


Beras diproduksi dari padi yang ditanam oleh masyarakat yang mata pencahariannya sebagai petani. Dengan adanya padi juga lahan persawahan dapat digunakan dengan campur tangan petani.


Begitu juga dengan kelompok tani "Mekar Jaya" yang berada di dusun Beririk desa Sepan Lebang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang Kalimantan Barat yang di bentuk pada Sabtu, 20 November 2021 dengan surat keputusan Kepala Desa Sepan Lebang Nomor: 12/KEPKADES/PK/IX/2021 tentang pembentukan dan pengukuhan pengurus kelompok tani Mekar Jaya tertanggal 23 November 2021 dengan beranggotakan 18 orang anggota dan pengurus.


Saat ditemui di lokasi persawahan miliknya, ketua kelompok tani Mekar Jaya K. Robenson berharap agar pihak terkait bisa memperhatikan keadaan kelompoknya. 


"Kelompok Tani kami belum memiliki alat penunjang seperti mesin perontok padi maupun tracktor untuk pengharapan sawah", jelasnya, Jumat, (25/11/2022).


K. Robenson yang sering di sapa Robi juga menambahkan bahwa dirinya sudah mengajukan irigasi ke pihak anggota DPRD kabupaten Sintang Dapil Kelam Permai, karena mengingat seringkali di sekitaran sawah milik warga, kekurangan air karena tidak adanya untuk penahan air yang dapat dialirkan ke petak sawah.



"Saya pernah mengusulkan ke salah satu anggota dewan dapil Kelam Permai dan mengajukan irigasi, agar keluar masuknya air dapat diatur", tambahnya.


"Saat ini kita masih banyak kekurangan, apalagi pupuk subsidi sekarang untuk kelompok Tani harus sistem dibayar ke kios pertanian dan sebelum pupuk diambil kita kelompok Tani harus sudah setor uang ke kios 80% untuk pengambilan pupuk tersebut dengan harga yang sangat mahal", jelas Ketua Kelompok Tani Mekar panjang lebar.


Menurut Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya bahwa setiap kelompok tani untuk pengambilan pupuk per kelompok sekitar 8 ton dengan persyaratan RDKK dan foto copy KTP/KK.


"Sebenarnya di kecamatan Kelam Permai dan khususnya di Dusun Beririk, kalau pemerintah fokus membenahi masyarakat dan dibimbing secara teknologi sesuai dengan jaman sekarang, mungkin pola petaninya sudah jarang lagi yang berladang berpindah-pindah. Karena saya perhatikan hampir disetiap desa yang ada di Kecamatan Kelam Permai punya lokasi persawahan yang menjanjikan buat ketahanan pangan masyarakat di desa, tapi sayangnya pendampingan dan sport modalnya tidak ada untuk mengelola persawahan dengan baik dan benar menurut standar selayaknya bisa dikatakan sawah yang ada tanam padi rawa," pungkas Robenson. (Sy) 

×
Berita Terbaru Update